A. Materi
1. Efek Pada Teks
Teks merupakan objek yang secara sistematis membentuk shape huruf, simbol
dan angka. Teks di dalam Photoshop merupakan kumpulan piksel-piksel yang
mempunyai resolusi sama dengan file objek, sehingga bila dilakukan pembesaran
objek atau zooming, teks akan tampak berundak (jaged) apabila melewati batas besar
resolusi objek asli. Untuk membuat huruf atau kata, caranya berbeda dengan
membuat paragraph. Huruf dibuat dengan klik pada objek yang aktif dan kemudian
menuliskan teks yang akan dimasukkan. Sedangkan paragraph dapat dibuat dengan
melakukan dragging terlebih dahulu untuk menentukan area paragraph baru,
kemudian menuliskan teks yang telah didefinisikan tersebut.
Layer teks otomatis akan terbentuk saat mengklik objek yang aktif.
Layer type tidak akan muncul sebagai layer baru saat menggunakan mode
multichannel, bitmap, maupun indexed color, sebab mode ini tidak mendukung
layer, sehingga teks hanya akan tampil pada layer background saja.
Dalam mengatur teks. Teks dapat diatur menggunakan palet character yang
dapat diaktifkan melalui Window > Character.
Untuk mengatur paragraph teks, pilih tab Paagraph.
Type mask digunakan untuk membentuk seleksi dengan bentuk font yang
dipilih, dengan orientasi horizontal maupun vertikal. Seleksi type mask ini akan
ditampilkan pada layer yang aktif, yang dapat dipindah, disalin, diisi warna dan
diberi stroke. Cara membuatnya adalah :
Pilih layer yang akan diberi type mask.
Pilih Type Mask Tool, baik vertikal maupun horizontal.
Ketikkan pada layer baru. Teks akan tampil dengan warna mask.
Klik pada layer palet atau klik Commit any current edits di sebelah kanan pada
option bar untuk memunculkan marquee huruf.
Pilih layer via copy (Ctrl+J) untuk membentuk layer baru dari hasil salinan
marquee teks tersebut. Teks tidak akan tampak karena tekstur dan fill teks sama
persis dengan background.
Tambahkan layer style glow untuk memberikan kontras objek dengan latar
belakang dengan mengklik menu Layer > Layer Style > Drop Shadow.
Warping adalah fasilitas untuk mendistorsi bentuk objek dengan beberapa
variasi bentuk. Teks tersebut akan mengikuti bentuk shape yang dipilih.
Cara melakukan warp adalah:
Pilih layer type
Pilih Type Tool, klik tombol Warp
Pilih warp style dari menu Style Pup-up.
Pilih orientasi warp teks, horizontal atau vertikal.
Tentukan beberapa option:
Bend, digunakan untuk mengatur besar distorsi warp.
Horizontal dan Vertikal Distortion, untuk menerapkan perspektif objek.
Untuk membatalkan Warp, klik None.
Pada halaman web sering digunakan berbagai efek teks sehingga teks akan
terlihat lebih indah dan menarik perhatian pengunjung. Efek teks biasanya digunakan
sebagai logo, banner, link dan judul. Jenis-jenis efek teks antara lain :
Teks Melengkung
Photoshop mempunyai fasilitas yaitu Warp Text yang di dalamnya menyediakan
berbagai style yang bisa digunakan secara langsung untuk melengkungkan teks.
Teks 3D
Bentuk 3D menjadi popular dan banyak digunakan oleh para desainer untuk
menambah keindahan desainnya.
Teks Lembut
Teks lembut adalah teks yang berlatar belakang kabur, sehingga teks yang ada di
atasnya terkesan lembut. Teks ini banyak digunakan dalam mendesain halaman
web.
Teks Gradasi
Teks gradasi adalah teks yang dibuat dengan menerapkan efek gradasi warna,
sehingga perpindahan atau transisi warna pada teks terlihat secara halus. Gradasi
warna bisa terdiri atas dua warna atau lebih.
Teks Warna Warni
Teks warna warni adalah teks yang terdiri atas beberapa warna dalam suatu
tulisan, antara satu huruf dengan huruf lainnya mempunyai warna yang berbeda-
beda, sehingga menimbulkan kesan ceria, ramai dan periang.
Teks Outline Ganda
Teks outline ganda adalah teks yang mempunyai dua garis pinggir dengan
menggunakan warna garis pinggir yang berbeda antara garis yang satu dengan
yang lain, sehingga terlihat seperti tiga buah teks dalam satu tulisan.
Teks Menyala
Teks menyala adalah efek yang menambah pencahayaan atau sinar yang
memudar secara bertahap di luar sisi teks, sehingga teks akan terlihat menyala
seperti api lilin.
Teks Garis Bersusun
Teks garis bersusun adalah teks yang menggunakan pola garis-garis lurus
bersusun secara horizontal sebagai motifnya, sehingga teks akan terlihat lebih
elegan. Teks ini banyak digunakan untuk membuat logo suatu perusahaan atau
produk.
Teks Berkarat
Teks berkarat adalah teks yang dibuat dengan menerapkan efek seperti besi yang
sudah karatan karena sudah dimakan usia alias using.
Teks Emas
Teks emas adalah teks yang dibuat dengan menerapkan efek kuning keemasan
yang terlihat mengkilap gemerlapan pada teks, sehingga menimbulkan kesan
mewah.
Teks Aqua
Teks aqua adalah teks yang menggunakan efek seperti kaca bening pada galon
plastik minuman aqua dengan pendaran cahaya berwarna kebiru-biruan.
Teks Bertabur Perak
Teks bertabur perak adalah teks yang menggunakan efek berupa taburan perak di atas
permukaan teks.
Teks Api
Teks api adalah teks yang menggunakan efek seperti api yang mengelilingi teks
tersebut.
Efek Ice
Teks efek ice adalah teks yang memberikan kesan seperti terbungkus es.
2. Filter
Filter adalah fasilitas yang disediakan oleh aplikasi pengolah gambar bitmap
photoshop untuk memberikan efek tertentu pada obyek gambar bitmap sehingga
desain gambar yang dihasilkan akan lebih hidup . Dengan adanya efek dari filter
desain gambar bitmap yang dibuat akan menjadi special.
Cukup banyak filter yang disediakan oleh aplikasi pengolah gambar bitmap
photoshop jumlahnya mencapai ratusan buah , sehingga pada kegiatan belajar ini
tidak akan dibahas semuanya secara detail, namun akan diajarkan secara garis
besarnya serta cara pemakaian fasilitas filter. Filter yang ada dalam dapat ditambah
lagi macamnya dengan jalan menambahkan plug-ins filter. Plugin filter bisa
didapatkan dengan cara mendownload, mengkopi atau membeli, seperti perintah
digimarc yang terdapat di menu filter. Tiap - tiap filter mempunyai option untuk
mengatur hasilnya sesuai agar sesuai dengan keinginan desainer grafis. Pada saat
memilih salah satu filter maka akan muncul kotak dialog untuk mengatur parameter
– parameter filter lebih lanjut sehingga nantinya akan didapatkan efek yang sesuai.
Untuk dapat mengaplikasikan salah satu filter maka harus dipilih dahulu
bagian mana dari gambar yang akan diberi effect, lalu bagian tersebut diseleksi. Efek
filter bisa diberikan ke obyek gambar bitmap maupun obyek teks. Untuk efek filter
pada teks akan dibahas lebih lanjut pada kegiatan belajar selanjutnya. Filter secara
garis besar dibagi menjadi 13 jenis filter.
Cukup banyak filter yang disediakan oleh aplikasi pengolah gambar bitmap
photoshop, dan tiap - tiap filter mempunyai option untuk mengatur hasilnya sesuai
agar sesuai dengan keinginan desainer grafis. Untuk dapat mengaplikasikan salah
satu filter maka harus dipilih dahulu bagian mana dari gambar yang akan diberi
effect, lalu bagian tersebut diseleksi. Saat mengolah gambar bitmap fitur filter dapat
dikombinasikan dengan fitur – fitur yang lainnya, misalnya selection, pewarnaan,
layer mask, quick masking, adjusment image maupun adjusment layer dan lain
sebagainya. Pada kegiatan belajar kali akan dipelajari bagaimana cara menerapkan
filter yang dipadukan dengan fitur lainnya pada gambar bitmap.
Penerapan filter - clipping mask – adjusment layer
Clipping mask merupakan suatu fitur untuk membuat sebuah gambar
menyesuaikan dengan bentuk objek yang berada di bawahnya. Clipping Mask dapat
diberikan ke semua tipe objek diantaranya shape, gambar bitmap, maupun teks.
Untuk membuat suatu layer menjadi clipping mask tekan dapat dilakukan
dengan menekan tombol Alt dan gerakkan kursor mouse diantara “layer 1” dan layer
“clipping mask” sampai kursor berubah menjadi icon clipping mask.
Pengunaan adjusment kali ini bersifat non distruktif. Pada percobaan kali ini
akan menyajikan hasil pengolahan gambar bitmap bunga yang sebagian bungan
diberi bingkai sehingga tampak fokus, bingkai diolah menggunakan clipping mask,
obyek diluar bingkai akan nampak blur. Berikut ini adalah pengolahan gambar bitmap
filter dan clipping mask.
Buka gambar bitmap yang akan di edit sebagai background layer, misal gambar
bunga
Kemudian background layer (tekan ctrl+J) atau dengan cara klik kanan
pada layer l
Buat layer baru di bawah layer 1 dengan cara klik create new layer pada bagian
bawah layers palette sambil menekan Ctrl sehingga otomatis akan membuat layer
baru di bawah layer yang sedang di pilih dan beri nama clipping mask.
Pilih layer clipping mask pada layer palette dan klik Rectangle tool atau tekan U pada
keyboard. buat bentuk Rectangle pada bagian yang ingin di fokuskan
Langkah berikutnya me-clipping mask layer clipping mask dengan cara tekan Alt
dan gerakkan kursor mouse diantara “layer 1” dan layer “clipping mask” sampai
kursor berubah menjadi icon clipping mask.
Ketika icon clipping mask sudah muncul maka klik dengan mouse untuk
membuat clipping mask.terlihat tidak terjadi apa-apa pada image akan tetapi pada layer
palette “layer 1” akan ada tanda indent ke kanan yang berarti telah di potong oleh
vector shape di bawahnya.
Pastikan layer “clipping mask” masih terpilih kemudian klik pada icon layer styles
pada bagian bawah palette dan pilih Stroke dari daftar layer styles dan atur size
sesuaikan dengan ukuran image,position set pada Inside yang berarti border berada di
dalam shape kemudian atur juga ganti color dengan warna putih.
Tambahkan bayangan dengan menambahkan drop shadow pada blending
option,atur angle,distance & opacity
Gunakan free transform atau tekan Ctrl+T untuk merotasi objek “clipping mask”
dan juga menskala sesuai dengan yang di kehendaki.tekan enter jika sudah
mendapatkan skala dan rotasi yang inginkan.
Copy background layer kemudian gunakan eyedropper tool untuk mengambil
sampel warna yang nantinya akan di gunakan untuk mewarnai layer background
copy.
Pilih layer background copy kemudian klik pada New adjustment layer pada
bagian bawah palette layer dan pilih Hue/saturation dan ketika muncul kotak
dialog hue/saturation centang bagian colorize.
Dari hasil hue/saturation akan terlihat gambar bitmap seperti berikut:
11 | SR
Tetap pada layer background copy tambahkan filter blur pilih blur radial,pada
dialog box blur radial pilih zoom dan atur juga nilai amount dari radial blur.
Klik Ok untuk mengakhiri perintah dan terlihat hasil seperti gambar dibawah
3. Layer Style dan Style
Layer styles merupakan salah satu cara untuk memberikan spesial efek yang dapat
diterapkan untuk obyek pada layer aplikasi pengolah gambar bitmap photoshop. Layer
Styles berhubungan dengan layer content. Efek blending option pada layer dapat diubah - ubah layer sesuai dengan kebutuhan desain. Layer style bisa diberikan ke obyek layer,
shape maupun obyek teks.
Layer style secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu style dan blending
options. Saat menggunakan style efek tercipta lebih cepat namun sering kali efek yang
disediakan masih kurang pas dengan yang diinginkan desainer.
Bila ingin membuat efek yang detail sesuai dengan keinginanan dpat
menggunakan layer style – blending option sebagai jalan keluarnya. Efek layer style-
blending options dapat bisa dibuat sendiri dengan menggunakan macam efek pilihan serta
seting parameter. Saat layer diberi efek maka akan terlihat pada layernya
Styles merupakan cara cepat untuk memberikan spesial efek yang dapat
diterapkan untuk suatu layer pada aplikasi pengolah gambar bitmap photoshop dimana
12 | SR
efek-efek blending option sudah diramu tinggal digunakan di pilihan style. Bisa dikatakan
bahwa style adalah tambahan efek yang akan diberikan terhadap suatu layer. Efek – efek
pada style tersebut telah disediakan, tinggal memilih dan menerapkannya pada layer
tersebut.
Dengan menggunakan efek layer style dapat mempercantik desain sekaligus
mempercepat pekerjaan karena style yang disediakan pada layer style tinggal di klik
makan langsung bisa dilihar hasilnya. Pemberian efek style pada layer merupakan cara
instan untuk mendapat efek pada layer desain. Berikut ini adalah posisi palette layar pada
lembar kerja aplikasi pengolah gambar bitmap photoshop.
Aplikasi pengolah gambar
bitmap photoshop menyediakan
banyak Layer Style Presets, semua
efek tersebut dapat diakses melalui
(Window Styles). Maka akan muncul
Palette Styles seperti pada gambar
berikut
Untuk menerapkan layer mode pada aplikasi pengolah gambar bitmap ini, sedikitnya
dibutuhkan 2 layer agar terlihat efek dari layer mode tersebut. Berikut adalah langkah-
langkah untuk menerapkan layer mode.
Buat file baru yang terdiri dari minimal 2 layer. 1 layer berisi gambar bitmap dan 1 layer
diberi warna
13 | SR
Pilih layer aktif pada layer atas ganti layer mode normal dengan blend mode yang di
inginkan
4. Adjustments
Istilah adjustment sering kali ditemukan saat membuka membaca tutorial atau saat
mencoba tool pada aplikasi pengolah gambar bitmap. Pada dasarnya adjustment itu sendiri ada
dua jenis penerapan, yaitu image adjustment dan layer adjustment. Fungsi dari image adjustment
dan layer adjustment hampir sama, yaitu sama-sama untuk pengaturan/pengubahan warna.
Namun ada hal yang paling mendasari yang membedakan kedua, yaitu jika layer adjustment
bersifat non destruktif sedangkan image adjustment bersifat destruktif.
Layer adjustment merupakan fitur yang bekerja pada layer untuk menyesuaikan warna
gambar bitmap. Ketika melakukan editing gambar bitmap dengan Layer adjustment maka tidak
akan merubah pixel asli dari gambar tersebut (non destruktif). Icon layer adjustment terdapat pada
bagian bawah layer berupa lingkaran setengah hitam dan setengah bagian berwarna putih. Ketika
icon layer adjustment diklik maka akan muncul pilihan layer adjustment yang dibagi 4 kelompok
yang berisi 17 adjustment layer
Berikut ini penerapan layer adjustment untuk sebagian area dari gambar yang diseleksi.
Area yang klasik hitam putih menggunakan layer adjustment > detailnya adalah sebagai berikut.
14 | SR
Buka gambar yang akan di beri efek adjustment memberikan efek pada diseleksi diberi
nuansa black white. Klik magnetic lasso tool untuk menyeleksi area yang tidak terkena
efek klasik black&white
Arahkan magnetic lasso tool ke bagian kecambah
Klik menu select > inverse, hal ini bertujuan untuk membalik area yang terseleksi
Klik icon adjustment > black&white maka akan muncul kotak dialog adjustment
– black&white.
Atur parameter adjustment > black&white seperti pada contoh berikut
Klik OK untuk mengakhiri perintah dan akan menghasilkan perubahan tampilan sebagai
berikut
15 | SR
B. Evaluasi
1. Efek teks apa saja yang sering digunakan dalam web?
2. Bagaimana proses penerapan filter sampai bisa memberikan efek pada gambar?
3. Bandingkan antara efek inner glow dan inner shadow, apakah perbedaan keduanya ?
4. Pada layer mode terdapat 5 group mode, jelaskan perbedaan fungsi darken mode dan Lighten
modes!
5. Apakah fungsi selection saat penerapan efek layer adjustment?
A. Materi
1. Pendahuluan
Grafis adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian sumber
gambar yang muncul pada layar monitor computer terdiri atas titik-titik yang
mempunyai nilai koordinat. Layar monitor berfungsi sebagai sumbu koordinat X dan Y.
Pada desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan vector.
Grafis desain bitmap dibentuk dengan raster/pixel/dot/titik/point koordinat. Semakin
banyak jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat
kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi kapasitas filenya
semakin besar.
Ketajaman warna dan detail gambar pada tampilan bitmap bergantung pada
banyaknya pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini
berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan VGA (Video Graphic Adapter) yang
digunakan. Jika gambar tampilan bitmap beresolusi tinggi di tampilkan pada monitor
yang beresolusi rendah akan mengakibatkan gambar terlihat kasar, bahkan terlihat
kabur berbentuk kotak-kotak (juggy) jika dilakukan pembesaran gambar. Satuan untuk
ukuran grafis jenis bitmap ini adalah dpi (dot per inch) yang berarti banyaknya titik
dalam satu inci. Beberapa grafis bitmap bisa kita temui pada file computer yang
berekstensi: bmp, jpg, tif, gif, dan pcx.
2. Aplikasi Pengolah (Grafis) Gambar dan Teks Berbasis Bitmap
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar
untuk menyampaikan informasi atau pesan se efektif mungkin. Dalam desain grafis,
teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi dari symbol-simbol
yang bisa di visualkan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.
Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan,
metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), ataupun disiplin ilmu yang
digunakan (desain).
3. Program Aplikasi yang Berbasis Bitmap (Adobe Photoshop)
Adobe Photoshop, atau yang biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak
editor citra buatan Adobe System yang di khususkan untuk pengeditan foto/gambar
dan pembuatan efek.
Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan
sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak
pengolah gambar, dan bersama Adobe Acrobat dianggap sebagai produk terbaik yang
pernah diproduksi oleh Adobe System.
Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS, versi 9 ke atas
juga dapat digunakan oleh system operasi lain seperti linux dengan bantuan
perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.
Photoshop adalah salah satu perangkat lunak yang dikhususkan untuk
pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek, yang sangat baik untuk membuat
desain grafis dalam bentuk bitmap. Photoshop menyediakan tool-tool yang
terintegrasi dan tertata secara praktis untuk menciptakan dan menghasilkan karya
dalam bentuk vektor dan teks. Bentuk grafik yang berdasarkan vektor dan teks bisa
ditransfer menjadi image yang berdasarkan pixel untuk mendapatkan efek desain
yang lebih sempurna. Secara garis besar, area kerja default photoshop CS3 terbagi
terbagi menjadi beberapa komponen utama yaitu sebagai berikut :
Title Bar adalah jendela yang berisi informasi program yang sedang
dijalankan. Tittle Bar dapat dipindahkan dengan cara meng-kliknya dua
kali dan menggesernya ke posisi yang diinginkan.
Menu Bar berisi perintah utama seperti membuka file, menyimpan file,
mengubah ukuran gambar, filter dan lain-lain.
Option Bar berisi pilihan pengaturan dari tool yang dipilih. Setiap tool
mempunyai tool option yang berbeda-beda. Misalnya dipilih brush, maka
ukuran/diameter juga opacity brush ada disini.
Active Image Area menampilkan gambar yang sedang dikerjakan.
Tool Box berisi berbagai macam tool atau alat-alat yang digunakan
untuk mengedit, atau membuat sebuah karya grafis. Tool tersebut
memiliki kelompok tersendiri tergantung dari fungsi dan kegunaannya.
Segitiga kecil yang terdapat disebelah tool, berarti tool tersebut memiliki
sub tool. Tool tersebut memiliki perbedaan bentuk tetapi memiliki fungsi
yang hampir sama.
Palet berisi tentang informasi mengenai image atau gambar yang
dikerjakan, yang mencakup Layer , History, Navigator, Color dan
lain sebagainya. Palet dapat ditampilkan atau disembunyikan dengan
membuka menu Windows dan klik pada pallet yang akan ditampilkan
atau disembunyikan
Layer. Layer adalah lapisan transparan yang saling bertumpuk antara
satu lapisan dengan lapisan yang lain sehingga membentuk sebuah
gambar baru. Setiap layer mempunyai objek-objek sendiri sehingga
meskipun terlihat saling bertumpuk, tetapi objek-objeknya tidak
mengganggu satu sama lain.
Untuk dapat merubah atau menambah objek dengan memakai palet
layer cukup dengan tekan Add a layer style, Add layer mask,create a
new set, create new fill or adjustment layer,create a new layer dan
delete layer.
4. Gabung Multilayer
Layer merupakan bagian pada aplikasi pengolah gambar bitmap yang
digunakan untuk menggabungkan beberapa gambar menjadi satu gambar.
Layer digunakan untuk menggabungkan beberapa gambar menjadi
satu gambar. Setiap gambar diletakkan dalam satu lapisan layer dan
digabungkan dengan lapisan lapisan layer yang lain sehingga membentuk
gambar. Lapisan tersebut saling bertumpuk sehingga menghasilkan sebuah
gambar.
Layer digunakan untuk menggabungkan beberapa gambar menjadi
satu gambar, Bisa dikatakan saat mengabungkan gambar satu dengan yang
lainya akan terbentuk lebih dari satu layer (multi layer). Artinya beberapa
gambar tersebut seakan akan bertumpuk sehingga akan terlihat menjadi
sebuah objek atau gambar. Gambar yang berada pada layer atas maka akan
berada pada tumpukan yang paling atas dan bisa menutupi tumpukan
gambar yang berada dibawahnya.
Langkah – langkah untuk mengabungkan gambar dengan multi layer
adalah sebagai berikut:
Buat file baru pada aplikasi pengolah gambar bitmap photoshop dengan
perintah file new (ctrl + N), kemudian akan muncul kotak sebagai
berikut
Beri nilai width = 400, height = 400, background contents :
background color dan kemudian klik OK
Buka file gambar yang akan digabung dengan jalan klik menu file open
(ctrl + O), kemudian akan terbuka kotak dialog untuk memilih file.
Cari file yang akan digabungkan misalnya garfield1.jpg dan bart_simpson.jpg.
Sehingga pada lembar kerja photoshop akan terbuka 3 file
Klik dan drag file bart_simpson.jpg ke file yang berisi background
warna kuning, sehingga gambar bart_simpson akan tercopi di file ber-
background kuning
Saat bart_simpson.jpg tergandakan difile baru maka otomatis akan
terbentuk layer baru yang bernama layer 1.
Kemudian klik dan drag file garfield1.jpg ke file yang berisi background
warna kuning, sehingga gambar garfield1.jpg akan tercopi di file ber-
background kuning
Klik horizontal type tool dan ketikan teks untuk judul gambar ,
misalnya the simpson & garfield.
Maka akan muncul teks “the simpson & garfield” pada gambar
gabungan dan secara otomatis akan muncul layer
baru sehingga
total
layer yang
terbentuk adalah
5. Selection Tool
Untuk menggabungkan gambar banyak jalan yang dapat dilakukan. Teknik yang
sering digunakan diantaranya adalah memilih/menseleksi gambar tertentu dengan
teknik selection setelah itu menggabungkan dengan gambar yang lain sehingga
menjadi desain gambar sesuai yang dibutuhkan. Pada aplikasi pengolah gambar bitmap
disediakan beberapa teknik dan perangkat seleksi yang mudah untuk digunakan,
diantaranya adalah menggunakan magic wand, lasso tool, marque tool.
Saat akan desain ataupun menggabung gambar adakalanya gambar yang akan
di olah hanya seb agian dari gambar tersebut sehingga sebagian darigambar tersebut
harus diseleksi terlebih dahulu untuk kemudian baru digabung dengan gambar yang
lain. Berikut adalah contoh penggabungan gambar bitmap yang sebelumnya
menggunakan pemilihan bagian gambar dengan teknik seleksi.
Seleksi untuk gambar yang akan digandakan, gunakan salah satu teknik
seleksi yang ada misalnya dengan lasso tool
Lalu buka file gambar yang akan ditempel oleh gambar yang telah diseleksi
tersebut.
Letakkan kedua gambar berdampingan agar pada saat mendragnya lebih mudah.
Lalu drag gambar yang diseleksi dengan menggunakan move tool
menuju gambar yang kedua.
Atur posisinya agar sesuai yang diinginkan
6. Layer Masking
Layer merupakan lapisan yang tembus pandang bila bagian tersebut tidak
terdapat obyek. Layer dapat atur disusunannya dan memberikan efek ke tiap
layernya dan tidak saling menggangu layer satu dengan yang lainnya. Pemberian
layer masking pada suatu layer bertujuan untuk menyembunyikan bagian tertentu
dari layer. Layer masking set warna pada layer, bila diset warna hitam artinya
untuk menyembunyikan gambar dan warna putih untuk menampilkan gambar.
Layer Mask menutup Layer. Dengan layer dapat menutupi seluruh Layer atau hanya
bagian tertentu saja. Bagian yang tertutup tentunya akan tidak terlihat, begitupun
sebaliknya
Untuk menggabungkan dua gambar dengan perpotongan latar belakang
halus dapat menggunakan teknik layer masking yang dipadu dengan gradient tool.
Langkah- langkah penggabungan gambar dengan layer masking dan gradient tool
dapat dilakukan sebagai berikut.
Siapkan 2 buah file gambar yang akan digabungkan, misalnya gambar gedung
berlatar awan biru dan gambar awan sore hari
Pindahkan gambar B ke file gambar A dengan jalan klik dan drag gambar
B ke file gambar A.
Kemudian atur ukuran gambar B agar sesuai dengan komposisi gambar A,
untuk mengubah ukuran gambar B dapat menggunakan perintah edit free
transform.
Pastikan foreground color berwarna hitam.
Pastikan layer gambar B aktif, kemudian klik “add vektor mask”.
Klik gradient tool kemudian arahkan ke gambar yang akan digabung,
tarik garis dari bawah ke atas
Setelah itu akan menghasilkan penggabungan gambar seperti dibawah ini.
7. Quick Masking
Saat menggunakan tool quick masking dapat dipadukan dengan tool
photoshop yang lainnya, misal gradient tool, brush tool, layer masking dan
lain sebagainya. Fasilitas quick masking terdapat dideretan tool bar. Untuk
mengaktifkan quick mask dengan menekan tombol Q pada keyboard atau
memilih tool Quick Mask Mode.
Prinsip kerja dari quick mask menggunakan channel secara live
tanpa harus memilih layer pada panel pallete dari channel tersebut. Untuk
membantu proses masking dapat menggunakan tool selection serta brush.
Pada mode quick mask terdapat bahwa bagian yang tidak dipilih akan
terbungkus lapisan berwarna merah, istilahnya rubylith. Untuk menutup
gambar dengan rubylith dan klik mode quick mask pada tool box kemudian
tekan ALT+Del.
Proses kerjanya seluruh bagian berwarna merah adalah bagian yang
tidak terseleksi, untuk memberi warna menjadi merah atau sebaliknya kita
akan menggunakan brush tool. Seleksi Quick mask bertumpu pada
penggunaan brush, sehingga harus cermat menggunakan brush tool sesuai
dengan kondisi gambar yang akan diseleksi, jika gambar dengan detail tinggi
maka sebaiknya gunakan brush dengan hardness tinggi. Pada penerapan
quick mask dengan bantuan tool brush akan menggabungkan 2 gambar,
dimana gambar A akan disembunyikan backgroundnya dan digantikan
background gambar B.
Buka 2 file gambar yang akan digabungkan
Langkah berikutnya masking bagian gambar A dengan jalan klik tool
quick masking atau tekan “Q”.
Set foreground berwarna hitam.
Klik tool brush dan sesuaiankan diameter dari tool brush, dalam
percobaan ini menggunakan diameter 77 – 53 – 30. Dan hardness
sebesar 0%.
Arahkan brush ke area background gambar A yang akan disembunyikan,
yang ditandai dengan munculnya rubylith pada gambar.
Setelah selesai untuk memasking (yang akan disembunyikan berwarna
merah) , klik “edit in standard mode mode” untuk menghilangkan ara
rubylith
Klik drag area yang terseleksi pada gambar A ke gambar B
Kemudian sesuaikan ukuran dan posisi obyek gambar A dengan
menggunakan “free transform” agar sesuai dengan background dan akan
menghasilkan gambar seperti dibawah ini.
Fitur pada Adobe Photoshop
a. Rectangular Marquee Tool; berfungsi untuk memotong gambar dalam bentuk kotak.
Gunakan menu Select -> Transform Selection untuk mengubah seleksi dan menu Select ->
Feather untuk mengatur ketajaman penggiran potongan.
b. Eliptical Marquee Tool; digunakan untuk membuat seleksi elips atau lingkaran. Gunakan Slect
-> Transform Selection (atau klik kanan) untuk mengubah bidang yang mau diseleksi. Gunakan
menu Select -> Feather untuk mengatur ketajaman tepi gambar. Gunakan Select -> Inverse
untuk membalik seleksi.
c. Lasso Tool; digunakan untuk menyeleksi bentuk bebas dengan mouse.
d. Polygonal Lasso Tool; digunakan untuk menyeleksi gambar yang memiliki tepi garis lurus,
misalnya piramida.
e. Megnetic Lasso Tool: digunakan untuk seleksi gambar secara otomatis berwarna kontras.
f. Magic Wand Tool; digunakan untuk menyeleksi gambar yang memiliki warna sama.
g. Crop Tool; digunakan untuk menghilangkan bagian yang tidak di seleksi.
h. Healing Brush Tool; digunakan untuk memperbaiki gambar pada bagian tertentu.
i. Spot Healing Brush Tool; digunakan untuk memperbaiki kerusakan gambar.
j. Patch Tool; digunakan untuk memperbaiki gambar. Tool ini dibuat dengan cara membuat
selection dengan mouse atau dengan menahan tombol ALT untuk menghasilkan bentuk
polygonal.
k. Red Eye Tool; digunakan untuk memperbaiki warna merah pada mata.
l. Clone Stamp Tool; digunakan untuk membuat duplikat area pada gambar, atau disebut
cloning. Tekan ALT pada objek yang akan di cloning.
m. Background Eraser Tool; digunakan untuk menghapus background yang memiliki kemiripan
warna.
n. Magic Eraser Tool; tool ini akan menghapus area dengan warna sama, namun efeknya
adalah seluruh gambar, bukan hanya area yang di klik.
o. Color Replacement Tool; tool yang digunakan untuk mengubah warna gambar tanpa
mengubah bentuk dari gambar.
p. Blur, Sharpen, dan Smugde Tool; digunakan untuk mengaburkan area, misalnya untuk
menghilangkan bintik-bintik pada wajah.
q. Dogde, Burn, dan Sponge Tool; digunakan untuk membuat area menjadi lebih terang, burn
tool digunakan untuk mempergelap area.
B. Evaluasi
1. Sebutkan komponen utama area kerja dalam Photoshop CS3, dan jelaskan fungsinya.
2. Apa saja Option Bar yang tampil ketika memilih tool Type? Sebut dan jelaskan.
3. Apa yang terjadi pada sebuah gambar bitmap diubah nilai opacity pada layer
dari 100% menjadi 30% ?
4. Apa yang menjadi pertimbangan untuk memilih selection tool yang akan
digunakan proses menggabungkan gambar bitmap\
5. Bagaimana hasil penggunaan brush dengan foreground hitam pada suatu
layer, dimana layer tersebut diberi perintah “Add vektor mask”
A. Materi
Efek Dasar Objek Pada CorelDraw
Membuat Efek Blend
Efek Blend adalah efek yang mengisi ruang yang kosong dengan bentuk 3D pada
dua objek yang telah dibuat.
Membuat Efek Countour
Efek Countour adalah efek yang memberi bagian-bagian yang sama dengan ukuran
atau resolusi yang sebanding didalam objek aslinya.
Membuat Efek Distort
Efek Distort adalah efek yang dapat merubah bentuk objek aslinya menjadi abstrak
dengan perintah yang kita inginkan.
Membuat Efek Drop Shadow
Efek Drop Shadow adalah efek untuk memberi sebuah bayangan pada objek yang
dapat kita atur arah datang cahayanya.
Membuat Efek Envelope
Efek Envelope adalah efek yang memungkinkan kita untukmenyunting objek yang
telah kita buat, fungsi ini hampir sama dengan Shape Tool
Membuat Efek Extrude
Efek Extrude adalah efek yang dapat membuat satu objek menjadi 3D dengan
dimensi yang dapat kita atur sendiri.
Membuat Efek Transparency
Efek Transparency adalah efek yang merubah objek menjadi transparan.
Efek Outer Glow CorelDraw
Siapkan gambar vector seperti gambar di bawah menggunakan pen tool atau
Bezier tool. Ini dapat dilakukan dengan tracing. Langkah-langkah dalam membuat efek
outer glow yaitu:
Beri warna hitam objek kurva gambar orang climbing caranya seleksi objek
kemudian klik warna hitam di Color Palette letaknya di pojok kanan.
Beri juga warna hitam pada objek kotak yang fungsinya sebagai background
Selanjutnya seleksi objek kurva gambar orang climbing, pada menu Toolbox pilih
Drop Shadow tool dan pada Property Bar klik drop down Preset list pilih
Small Glow, hasilnya akan berwarna gradasi putih.
Untuk mengganti warna, misalnya kita ganti warna orange pada Shadow color
yang letaknya di Property bar
Sehingga warna bayangan akan berubah menjadi orange, seperti gambar dibawah ini
Kita bisa memperhalus efek tersebut dengan cara break apart atau tekan Ctrl+K di
keyboard efek Drop Shadow tersebut, kemudian
pada menu Bitmaps pilih Convert To
Bitmap, setelah itu masih pada menu
Bitmaps > Blur > pilih Gaussian Blur.
Atur pada slider Radius untuk
memperhalus objek bitmap tersebut.
7 | SR
Hasil akhir seperti gambar dibawah ini, selesai
Efek Powerclip
Untuk langkah yang pertama kita buat tulisan yang akan di masuki gambar
dengan Text Tools. Setelah itu kita siapkan gambar dengan cara mengimport atau drag.
Jika sudah tinggal kita proses cara memasukan gambar ke dalam tulisan dengan
PowerCLIP
Cara-nya klik gambar masuk ke menu Object > Powerclip > Place Inside > Frame.
Kemudian arahkan panah pada tulisan.
Jika sudah maka untuk hasil-nya bisa seperti berikut ini.
B. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan gambar vektor ?
2. Jelaskan cara penggunaan efek powerclip
3. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang efek outer glow
4. Apa yag dimaksud dengan efek extrude?
5. Apa yang dimaksud dengan efek envelope?
6. Jelaskan cara penggunaan efek contour!
7. Bagaimana cara membuat efek powerclip?
8. Apa yang dimaksud dengan efek Transparency?
9. Sebutkan perbedaan gambar vektor dan bitmap !
10. Sebutkan aplikasi pada HP yang bisa digunakan untuk edit gambar vektor
A. Materi
Pelbagai karya seni dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari , misalnya website, blog, kartu
nama, kartu undangan, liflet, brosur, seni fotografi. Banyak pengguna komputer yang menciptakan
sebuah website dengan desain grafis yang paling menarik untuk ditampilkan. Karya-karya tersebut
dapat dibuat sendiri dengan menggunakan perangkat lunak grafis. Karena itu banyak bermunculan
program-program aplikasi pembuat grafis yang mudah dipelajari dengan fitur-fitur yang canggih dan
mudah dioperasikan. Program aplikasi pembuat grafis berkembang sangat cepat sejak
diperkenalkannya sistem GUI (Graphical User Interface). GUI mudah untuk dipelajari karena
menggunakan ikon atau toolbox secara visual sebagai pengganti menu atau perintah yang berbasis
command line (teks).
Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat brosur dengan aplikasi photoshop.
Pertama, mengatur dokumen dengan ukuran yang benar dan pengaturan untuk mencetak Buat
dokumen baru di Photoshop, atur dimensi 216x154 mm. Dimensi ini mewakili ukuran kertas A5
dengan 3 mm bleed ditambahkan ke setiap tepi. Karena kita akan membuat atwork
untuk dicetak, atur Mode Warna dengan CMYK dan Resolusi
menjadi 300 Pixel / Inch.
Buat panduan baru yang akan mewakili bleed area Illustrator dan InDesign sudah memiliki
fungsi ini didalamnya,
tapi di Photoshop, kita harus
membuatnya sendiri.
Gunakan Move Tool (V) dan tombol
Shift untuk membuat sebuah panduan
horisontal dengan menyeret kursor
dari penggaris atas. Pastikan bahwa
panduan ini terletak 3 mm pada
sumbu Y.
Ulangi proses yang sama untuk membuat panduan di setiap tepi dokumen Pastikan bahwa setiap
panduan adalah inset 3 mm sama di setiap tepi.
Tekan Shift-Cmd-N untuk membuat Layer baru. Isi dengan warna putihsebagai warna
Foreground (Alt-Backspace). Pastikan bahwa Anda memiliki CMYK Sliders
dihidupkan sehingga Anda menggunakan cetak warna
Buat Gradient Overlay baru. Dalam Layer Style Panel, edit Gradient tersebut. Mengatur slider
putih Lokasi menjadi 30%. Mengubah warna slider hitam untuk Pale Yellow (C = 9 M = 6 Y
= 14 K = 0).
Tambahkan overlay gradien dari tombol fx di panel layer ...
Kemudian menyesuaikan gradien Anda dengan warna yang Anda inginkan untuk dokumen
Gunakan Rectangle Tool (U) untuk membuat empat persegi panjang baru
Atur ukurannya 216 mm dengan 56 mm.
Sejajarkan persegi panjang ke sudut kiri atas dokumen. Isi dengan Dark Brown (C = 49 M =
74 Y = 80 K = 70).
Gunakan Pen Tool (P) untuk menambahkan titik anchor baru di tepi bawah persegi panjang
Dengan Direct Selection Tool (A), mainkan pegangan anchor untuk membuat kurva Bezier
yang bagus.
Ikuti langkah-langkah yang sama untuk menyesuaikan persegi panjang menjadi bentuk yang
ditunjukkan di bawah.
Buka File> Place Embedded ..., kemudian pilih people-1.jpg dari Resource Pack.
Gunakan Move Tool (V) untuk memindahkan foto di sekitar dokumen. Tempatkan di sudut
paling atas seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Buat persegi panjang baru dengan Rectangle Tool (U).
Atur ukurannya menjadi 216 mm dengan 100 mm.
Gunakan Direct Selection Tool (A) untuk menempatkan persegi panjang langsung di atas foto di
sudut kiri atas.
Dalam opsi Panel Rectangle Tool, pilih Mask. Ini akan membuat masker vektor dipakai pada
layer dengan foto.
Tambahkan titik anchor baru untuk mask dengan Pen Tool (P). Buat kurva Bezier melengkung
dengan Direct Selection Tool (A).
Menggunakan alat yang sama, Pen Tool dan Direct Selection Tool, mencoba untuk
menyesuaikan mask ke dalam bentuk yang ditunjukkan di bawah. Perhatikan posisi dari anchor
poin dan kesederhanaan bentuk. Semakin sedikit anchor poin yang Anda gunakan, akan muncul
mask akhir yang halus.
Buka Filter > Blur > Gaussian Blur. Atur Radius menjadi 6
Pilih Smart Filters mask. Gunakan Gradient Tool (G) untuk memudarkan mask dari kiri ke
kanan.
Mengatur arah gradien dari kiri ke kanan untuk mengaburkan gambar ke arah kanan
Buat Layer Mask baru. Gunakan Brush Tool (B) memudarkan tangga yang ada pada foto.
Gunakan beberapa naluri dasar dan kreativitas.
Buat Brightness / Contrast Adjustment Layer baru dengan mengklik ikon matahari di
Adjustments panel Atur Brightness menjadi 40 dan Contrast menjadi 10.
Klik kanan pada Adjustment Layer dan pilih Create Clipping Mask. Ini akan menggunakan
pengaturan brightness baru hanya untuk foto di bawah.
Buat Solid Color baru. Atur Fill warna menjadi Coklat (C=30 M=80 Y=100 K=30).
Klik pada vector mask dari layer foto. Tahan tombol Alt dan tarik mask keatas Fill Warna
coklat. Tindakan ini akan menduplikasi mask yang dipilih.
Gunakan Direct Selection Tool (A) dan tarik anchor poin ke kanan atas menunju ke pojok kanan
atas.
Gunakan Brush Tool (B) untuk memperihatkan beberapa wilayah foto di bawah dengan warna
coklat. Atur Layer Opocity menjadi 75%
Gambar persegi panjang baru dengan Rectangle Tool (U).
Warnai persegi panjang dengan Warna Coklat Muda (C = 10 M = 65 Y = 100 K = 0).
Tempatkan layer dengan persegi panjang coklat muda di bawah persegi panjang coklat gelap.
Gunakan Pen Tool (P) dengan Direct Selection Tool (A) untuk menyesuaikan persegi panjang
menjadi bentuk melengkung seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Buat Ellipse (U) baru. Atur dimensi menjadi 248 px dengan 248 px. Warnai
dengan warna Coklat (C=30 M=80 Y=100 K=30).
Tambahkan efek Drop Shadow. Atur Opacity menjadi 14%, Distance menjadi 5 px, dan Size
menjadi 15 px.
Tambahkan drop shadow untuk layer dari tombol fx di layer panelTweak drop shadow Anda
dengan pengaturan ini
Buat Ellipse (U) baru. Atur dimensi menjadi 400 px dengan 400 px Warnai
dengan warna biru tua (C=100 M=80 Y=45 K=50).
Menggunakan efek Drop Shadow yang sama dan menerapkannya ke elips. Anda dapat
menciptakan bayangan, atau klik kanan dan pilih Copy Layer Styledan kemudian paste layer
style pada elips lain. Taruh layer dengan elips biru tua di bawah elips coklat.
Tambahkan teks dengan Type Tool (T). Tutorial ini menggunakan Proxima Nova family.
Ukuran judul atas 17 pt. Tambahkan sisa teks, dengan masing-masing di lapisan yang terpisah.
Gunakan Move Tool (V) untuk menempatkan pada setiap baris, seperti diuraikan dalam gambar di
bawah ini.
Ulangi proses yang sama untuk menambahkan teks baru. Atur ukuran baris pertama menjadi 31
pt.
Buat judul baru menggunakan Type Tool (T). Atur huruf menjadi Proxima Nova Light dan
ukurannya menjadi 18 pt.
Tambahkan subjudul, sekali lagi, menggunakan Type Tool (T). Atur ukuran manjadi 36 pt.
Sesuaikan Character Tracking ke -10.
Pilih kedua teks layers. Tahan tombol Alt dan seret teks untuk menduplikasi kedua garis di
bawah.
Sekali lagi, gunakan Type Tool (T) untuk menulis ulang teks sesuai dengan gambar di bawah ini.
Posisikan teks dengan Move Tool (V).
Buka File> Place Embedded dan tempatkan logo vektor acme-travel-logo.ai ke dalam dokumen.
Kecilkan ukuran logo vektor dan taruh di sudut kanan atas.
Menambahkan efek Drop Shadow. Dalam Layer Style Panel,
atur Opacitymenjadi 11%, Distance menjadi 3 px, dan Ukuran menjadi 16 px.
Buat Rectangle (U) baru. Atur ukuran menjadi 60 px dengan 28 px.
Pilih bentuk persegi panjang dengan Direct Selection Tool (A). Pada panel align, atur Pusat
Horizontal.
Buka File> Place Embedded dan tempatkan foto people-11.jpg dari Resource Pack.
Kecilkan gambar dan tempatkan langsung pada persegi panjang.
Aktifkan Rectangle Tool (U), dan di panel pilihan, klik Mask. Tindakan ini akan membuat vektor
mask dari persegi panjang dan menerapkannya ke foto.
Dengan layer foto masih dipilih, tahan Alt-Shift dan geser foto untuk menduplikasi itu.
Buka File > Place Embedded. Pilih foto city-5.jpg dari Resource Pack dan tambahkan ke dalam
dokumen.
Kecilkan gambar dan letakkan di atas foto yang digandakan dengan gadis.
Ambil mask dari foto digandakan dengan gadis itu dan menempatkannya ke dalam gambar baru,
kemudian hapus layer people-11-copy.
Ulangi langkah 7 sampai 9 untuk menambahkan screenshot ke dalam dokumen, kali ini tempatkan
gambar peta.
Pilih layer peta-screenshot dan menambahkan Stroke dari tombol efek di layer panel.
Atur Stroke Size menjadi 2 px. Sesuaikan Position ke Inside dan atur
Warnamenjadi Coklat (C = 30 M = 80 Y = 100 K = 30).
Gunakan Type Tool (T) untuk membuat contoh baru dari teks. Atur Ukuran menjadi 11 pt dan
warna menjadi Coklat Muda (C=10 M=65 Y=100 K=0).
Tambahkan lebih banyak garis. Atur ukuran menjadi 9 pt, menyesuaikan
Leading menjadi 13 pt, dan merubah warna menjadi abu-abu (K=90).
Mengikuti proses yang sama untuk membuat blok baru dari teks. Menempatkan mereka di bawah
foto dengan gadis dan screenshot peta.
Buka File > Place Embedded... Pilih icons.ai untuk mengimpor ikon ke dalam dokumen. Sebuah
jendela kontekstual baru akan muncul. Pilih Calendar Icon and klik OK.
Kecilkan ikon dan tempatkan ke baris pertama dengan informasi waktu.
Ulangi proses yang sama untuk mengimpor sisa ikon dan menempatkan mereka sesuai sebelah
setiap baris.
Gunakan Type Tool (T) untuk menambhkan teks baru. Letakkan di screenshot peta.
Atur ukuran menjadi 13pt, menyesuaikan Leading menjadi 11pt, dan
merubah warna menjadi Coklat Muda (C=10 M=65 Y=100 K=0).
Mengikuti proses yang sama untuk menambahkan baris baru teks untuk alamat. Atur ukuran
menjadi 9 pt dan merubah warna menjadi abu-abu (K=90).
Buka File > Place Embedded..., pilih icons.ai lagi dan mengimpor Globe Vector Icon ke dalam
dokumen.
Kecilkan ikon dan menempatkannya di samping alamat web.
Aktifkan Pen Tool (P) dan buat bentuk vektor yang akan mewakili arah di peta.
Dalam Options Panel, atur Stroke menjadi Dashed dan warna menjadi Coklat Muda (C=10
M=65 Y=100 K=0). Sesuaikan Stroke Width menjadi 1,5 pt.
Buka Stroke Options > More Options..., dan atur Caps menjadi Round dan
sesuaikan Dashed Line: Dash menjadi 3 dan Gap menjadi 3.
Buat Ellipse (U) baru. Atur warna menjadi coklat (C=30 M=80 Y=100 K=30).
Aktifkan Pen Tool (P). Tahan tombol Alt dan klik pada titik anchor bawah. Ini akan mengubah
titik anchor dari yang halus ke sudut.
Dengan Direct Selection Tool (A), memindahkan merubah titik anchor di bawah.
Menambahkan efek Drop Shadow pada pin. Gunakan pengaturan di bawah ini untuk
membuatnya halus.
Sekali lagi, membuat Ellipse (U) baru dan dan warna Fill dengan putihTempatkan elips ke tengah
pin. Dan itulah sentuhan akhir untuk desain brosur kami.
Setiap kali Anda merancang gambar untuk cetak digital, Anda harus berpikir warna
CMYK untuk mencapai hasil terbaik. Jangan lupa untuk menambahkan bleed
ke kanvas (minimal 3 mm dari setiap ujung). Jika Anda tidak yakin tentang beberapa
parameter teknis lanjutan, selalu baik untuk berkonsultasi langsung dengan perusahaan
percetakan untuk menghindari kesalahan atau masalah.
B. Evaluasi
Petunjuk Pengerjaan
TEORI: Tulislah jawaban pada Buku Tulis soal dibawah ini:
1. Jelaskan perbedaan gambar vector dan bitmap!
2. Apa yang harus menjadi pertimbangan dalam membuat desain menggunakan gambar
vector atau bitmap!
PRAKTIK
3. Buatlah satu contoh desain brosur mainan tradisional menggunakan aplikasi pada HP.
Pengiriman Tugas
Tugas Toeri dan Praktik dikirim sebagai lampiran 1 dan lampiran 2 dalam pengiriman daftar
hadir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar