Tahukah kamu bahwa keadilan dan perdamaian sangat dibutuhkan bagi
banyak bangsa di dunia. Berkaitan dengan hal itu, UNESCO telah mewajibkan
pada banyak negara anggota PBB untuk melakukan pendidikan perdamaian
bagi lembaga pendidikan termasuk keluarga. Dalam realitas saat ini banyak
dijumpai fenomena ketidakadilan yang menyebabkan tidak adanya perdamaian
di berbagai aras dan institusi/lembaga. Tiap hari kita mendengar dan melihat
adanya konfik antarindividu, dalam keluarga, kelompok, bahkan dalam tingkat
bangsa dan negara. Akibatnya timbul adanya rasa kebencian, konfik, dan banyak
pertumpahan darah. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan budaya damai
mulai dari relasi antarindividu dan keluarga, bahkan untuk komunitas kita.
B. Uraian Materi
1. Kebutuhan Terhadap Keadilan dan Perdamaian
Pada umumnya keadilan berkaitan erat dengan perdamaian. Keadilan ternyata
memiliki beberapa arti, yakni: adil, tulus, benar, tidak salah. Secara hakiki, adil
pada diri sendiri adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebagai kewajiban yang
telah menjadi haknya dalam hubungannya dengan hidup. Itu berarti, adil adalah:
sesuai dengan haknya, tidak lebih dan tidak kurang. Keadilan yang dihubungkan
dengan keluarga memiliki potensi yang sangat besar. Karena di dalam keluarga,
seseorang menjadi apa yang telah diajarkan dalam keluarganya. Jika seseorang
diajarkan dengan keadilan dalam keluarga maka orang tersebut akan membawa
pribadi adil ke luar, di masyarakat. Sikap atau tindakan yang dianggap adil adalah
penyerahan diri secara total kepada Tuhan Allah. Dalam hal ini, keadilan selalu
berimplikasi pada beberapa prinsip, yakni: kesejahteraan, kecukupan, kesetaraan,
personalitas, dan persaudaraan. Untuk melaksanakan prinsip-prinsip tersebut,
keadilan juga memerlukan kasih.
Sedangkan perdamaian berasal dari kata “damai” yang bisa berubah konsepsi
sesuai waktu dan budaya. Dalam masyarakat luas, orang-orang memahami istilah
“damai” dan implikasi-implikasinya melalui berbagai pandangan. Banyak orang,
dan mungkin juga diri kita sendiri, memahami perdamaian secara sederhana
sebagai suatu situasi/keadaan di mana tidak ada konfik atau tidak ada perang.
Namun kenyataannya tidak sesederhana itu, konsep damai ini sebenarnya memiliki
dua pemahaman, yaitu negatif dan positif. Pemahaman damai yang negatif ini
kita menilai apakah sebuah situasi/keadaan bisa disebut sebagai situasi/keadaan
damai atau tidak, dengan cara melihat ada atau tidaknya hal yang biasanya
mengancam dan menghancurkan perdamaian, yaitu ketidakadilan dan konfik
66 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 67
atau dalam skala yang lebih luas adalah perang. Contohnya dalam keluarga tidak
ada konfik, pertengkaran, saling curiga, saling menuduh, kekerasan, dan lain-lain.
Sedangkan pemahaman damai yang positif, dapat menilainya melalui situasi/
keadaan, tidak sekadar hanya dengan melihat ada perang atau konfik terbuka atau
tidak, melainkan dengan melihat adakah hal-hal yang mendukung terciptanya
perdamaian atau tidak. Dalam pemahaman semacam ini, yang kita cermati
adalah apakah orang-orang dalam keluarga tersebut sudah dengan sengaja
berusaha menghapuskan berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan, baik
individual maupun dalam struktural keluarga. Juga apakah orang-orang tersebut
sudah dengan sengaja menciptakan hal-hal yang bisa menjamin kelanggengan
perdamaian dan keadilan terhadap masing-masing anggota keluarga, misalnya
antara bapak serta ibu dan antara orang tua dan anak-anak di dalam satu rumah.
Sebelum kita berdamai dengan keluarga dan lingkungan, seharusnya lebih
dulu kita berdamai dengan Tuhan dan kehendaknya. Inilah dasar utama kehidupan
kristiani. Usahakan dan upayakanlah pola hidup kamu adil dan damai dengan
meneladani keadilan dan perdamaian Tuhan. Bagaimana caranya? Caranya adalah
membuat pola hidup berkomunikasi dengan Tuhan setiap hari melalui pembacaan
frman dan doa.
Kegiatan 1
Curah Pendapat
Berikan pendapat kamu mengenai keadilan dan perdamaian dengan pertanyaan
berikut.
1. Apa yang kamu pahami dengan perdamaian dan keadilan dalam keluarga?
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
a. Apakah arti perdamaian dan keadilan?
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
68 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 69
b. Apakah dampak dari keadilan dan perdamaian?
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
c. Apakah yang dimaksud dengan perdamaian yang positif? berikan contoh
dari lingkunganmu!
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
4. Hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan keluarga tidak damai dan tidak adil?
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
5. Apakah yang dimaksud pemahaman damai yang positif?
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
Guru akan membantu menyimpulkan curah pendapat yang baru saja terjadi.
2. Meneladani Tuhan Yesus
Orang kristen adalah pembawa damai dan sahabat bagi dunia, memiliki sikap
kehidupan sebagai orang Kristen, yang identik dengan kasih dan damai. Tentu
seharusnya demikian kehidupan kita sebagai orang Kristen.
Sebelum kita berdamai dengan keluarga dan lingkungan, seharusnya lebih
dulu kita harus berdamai dengan Tuhan dan kehendaknya. Inilah dasar utama
kehidupan Kristiani. Usahakan dan upayakanlah pola hidup kamu adil dan damai
68 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 69
dengan meneladani keadilan dan perdamaian Tuhan. Bagaimana caranya?
Dengan cara membuat pola hidup berkomunikasi dengan Tuhan setiap hari
melalui pembacaan frman dan doa.
Dalam kitab Nabi Mikha 5:4 dikatakan bahwa “Dia menjadi damai sejahtera”.
Pada umumnya para penafsir mengungkapkan bahwa ayat itu menunjuk kepada
Tuhan Yesus Kristus sebagai “Raja Damai”. Dia adalah damai sejahtera itu sendiri,
yang menjadi pedoman kehidupan kita. Kehadiran Kristus dalam kelahiran,
kematian, dan kebangkitannya adalah cara Allah yang merendahkan diri dan
menjadi manusia untuk berdamai dengan kita manusia yang berdosa. Kristus
adalah Allah Sang Kasih yang mendamaikan kita dengan Allah, serta menjadi
contoh perdamaian antara kita dan sesama, bahkan dengan lingkungan.
Salah satu contoh tentang perdamaian yang dilakukan oleh Tuhan Yesus
Kristus adalah percakapan Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria, di
sumur Yakub (Yoh. 4:9-18). Pada ayat tersebut kita menemukan bagaimana Tuhan
Yesus, sebagai seorang Yahudi, sedang menjadi “jembatan” pendamai dengan
orang Samaria, di mana sebelumnya kedua bangsa ini bermusuhan dan tidak
berkomunikasi satu dengan yang lainnya.
Sebenarnya, apa yang diperlihatkan Tuhan Yesus dalam kisah di atas merupakan
sebuah teladan yang harus dilakukan dalam kehidupan orang Kristen. Terutama
kaum remaja yang sering sensitif, mudah tersinggung, dan mudah terlibat konfik.
Tuhan Yesus memberikan teladan bahwa sebagai orang Kristen harus menjadi
pembawa damai bagi dunia. Salah satu tes yang bisa kita lakukan misalnya adalah
ketika kita hadir di suatu tempat. Pada saat kita hadir, apakah kehadiran kita
disukai oleh orang-orang di sekitar kita? Adakah kehadiran kita sudah ditunggu-
tunggu dan sangat diharapkan? Jika kehadiran kita diterima atau ditunggu-
tunggu, mungkin kita sudah membawa dampak yang positif bagi lingkungan itu,
atau setidaknya membawa damai di lingkungan.
Tahukah kamu, bahwa lingkungan membutuhkan damai? Sudahkah kita
menjadi pembawa damai bagi lingkungan kita? Sudahkah kita sungguh-sungguh
berdamai dengan Allah dan berdamai dengan sesama? Hal ini pernah dibuktikan
oleh salah seorang peneliti tentang dampak suasana damai. Suatu ketika, ada dua
kelompok ayam betina. Kelompok pertama selalu diperdengarkan musik rohani
setiap hari. Kelompok kedua, selalu diperdengarkan musik rock yang keras. Satu
bulan kemudian, ketika tiba masa bertelur, ditemukan bahwa kelompok ayam
pertama bertelur jauh lebih banyak dari kelompok kedua. Hal ini membuktikan
bahwa ayam saja membutuhkan kedamaian, apalagi manusia.
70 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 71
Kegiatan 2
Amatilah gambar di bawah ini dan beri komentar!
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
3. Perdamaian dalam Keluarga
Kata perdamaian berasal dari kata “damai” yang bisa berubah konsepsi sesuai
waktu dan budaya. Dalam masyarakat luas, orang-orang memahami istilah
“damai” dan implikasinya melalui berbagai pandangan. Banyak orang, memahami
perdamaian secara sederhana sebagai suatu situasi/keadaan di mana tidak
ada konfik atau tidak ada perang. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu,
konsep damai ini sebenarnya memiliki dua pemahaman, yaitu negatif dan positif.
Pemahaman damai yang negatif sebuah situasi/keadaan bisa disebut sebagai
situasi/keadaan damai atau tidak, dengan cara melihat ada atau tidaknya hal yang
biasanya mengancam dan menghancurkan perdamaian, yaitu ketidakadilan dan
konfik atau dalam skala yang lebih luas adalah perang. Sedangkan pemahaman
damai yang positif, kita bisa menilainya lewat situasi/keadaan, tidak sekedar hanya
dengan melihat ada perang atau konfik terbuka atau tidak, melainkan dengan
melihat adakah hal-hal yang mendukung terciptanya perdamaian atau tidak.
Sumber: Dokumen Kemdikbud
Gambar 7.1 Pertengkaran seringkali merupakan dampak dari realita yang tidak adil di sekitar kita
70 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 71
Dalam pemahaman semacam ini, yang kita cermati adalah apakah orang-
orang dalam keluarga tersebut sudah berusaha menghapuskan berbagai
bentuk kekerasan dan ketidakadilan, baik individual maupun dalam struktural
keluarga. Dengan demikian juga sebaliknya, apakah orang-orang tersebut sudah
menciptakan hal-hal yang bisa menjamin kelanggengan perdamaian dan keadilan
terhadap masing-masing anggota keluarga, antara bapak dan ibu serta antara
orang tua dan anak-anak di dalam satu rumah.
Kegiatan 3
Diskusi
Potongan teks ilustrasi berikut diambil dari sebuah wawancara awal antara
pendeta dengan keluarga yang menggambarkan struktur keluarga bermasalah.
Alan, Mary, Mike, dan Nancy merupakan sebuah keluarga.
Pendeta : “Alan, kamu mengatakan bahwa istrimu, Mary tidak bersedia
menyiapkan makanan karena...”
Alan : “Karena ia terlalu malas. Ia bukan seorang istri.”
Mary : “Bukan karena saya malas. Saya hanya terlalu lelah..., terlalu lelah.
Tidak seorang pun mau melakukan segala sesuatunya, tak seorang
pun ...”
Alan : “Tidak seorang pun mau melakukan sesuatu karena kamu tidak
mau melakukannya. Yang kamu lakukan hanya mengkritik dan
bertengkar.”
Mary : “Kamu tidak akan dan tidak mau mengerti! Nancy tidak pernah
mengerjakan apapun yang saya katakan bahkan yang saya minta.
Ia tidak mau merapikan tempat tidurnya ataupun membantu
menyiapkan makan malam ataupun mencuci piring.”
Nancy : “Oh, Ibu! Ayah benar, ibu hanyalah tukang kritik. Aku tidak
mengerti kenapa saya harus merapikan tempat tidur setiap hari.
Itu tempat tidurku. Ibu mengkritikku karena hal itu.”
Alan : “Iya. Untuk apa kamu juga mengeluhkan hal itu? Demi Tuhan,
Mary. Kamu bahkan tidak merapikan tempat tidur kita!”
Mary : “Kamu juga tidak mau mengerti. Aku hanya butuh pertolongan.
Ternyata di keluarga ini tidak ada yang mau menolong.”
Mike : “Bagaimana denganku? Aku ...”
Mary : “Kamu! Kami bahkan tidak pernah melihatmu. Kamu makan di
rumah tapi tidak pernah bersama kami. Kamu tidur di rumah, tapi
cuma itu saja. Kamu seperti ‘anak kos’ saja dan bukan anakku.”
72 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 73
Diskusikan dengan temanmu dan presentasikan di depan teman dan gurumu:
1. Apa yang menjadi penyebab timbulnya situasi tidak damai pada keluarga di
atas?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
2. Apa yang kamu tangkap dari peran Alan, Mary, Nancy, dan Mike? Bagaimana
seharusnya peran mereka masing-masing dalam keluarga?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
3. Menurut kamu, apa yang harus mereka lakukan untuk menciptakan keadilan
dan perdamaian dalam keluarga?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
4. Mengapa orang-orang yang membawa damai disebut orang yang berbahagia
menurut Kristus? Jelaskan pendapatmu!
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
5. Apa sumbangan yang dapat kamu berikan untuk keadilan dan perdamaian
dalam keluargamu?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
72 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 73
4. Masalah yang Dihadapi Kaum Muda
Philip Tangdilingtin (dalam Sugiyo, 2001) mengungkapkan ada empat masalah
pokok yang dihadapi kaum muda pada umumnya, yaitu masalah dalam: keluarga,
masyarakat, gereja, dan diri kaum muda sendiri. Mengidentifkasi masalah
merupakan langkah yang bijak untuk dapat mengatasi dan menanggulanginya.
Yang perlu diketahui dan dilakukan bahwa setiap masalah kaum muda merupakan
tanggung jawab kaum muda itu sendiri untuk mengatasinya. Orang lain hanya
dapat memberikan bantuan atau pendampingan. Dengan kata lain kaum muda
harus melatih/mendidik diri sendiri untuk mengatasi masalah secara mandiri. Jika
memang tidak mampu, barulah minta tolong kepada orang lain khususnya pada
orang tua.
Dalam hubungan dengan keluarga ada kesenjangan atau jarak antara nilai dan
norma yang berakibat membawa pada konfik antara kaum muda dan orang tua.
Kurangnya perhatian dan pengertian dari orang tua, menurunnya wibawa orang
tua karena pengaruh teknologi komunikasi, posisi anak dalam keluarga (bungsu,
sulung); semua itu dapat membawa akibat bahwa kaum muda kurang merasa
damai, aman, dan terlindungi. Lalu mereka tidak nyaman tinggal di rumah, dan
sering berada di luar rumah, serta kehilangan kesempatan dan tantangan untuk
berkembang secara utuh. Kaum muda sering terjalin dalam lingkungan sosial
tanpa mereka sadari, yang sering menguasai dan memanipulasi hidup mereka.
Akibatnya terjadilah sikap apatis, frustrasi, dan tidak aman, terlebih saat remaja
berada dalam masa transisi menuju kepada kedewasaan hidup.
Permasalahan dalam diri kaum muda sendiri umumnya berpangkal pada
penampilan psikis dan fsik mereka yang masih labil dan terbuka terhadap
pengaruh dari luar, yang diserap lewat media komunikasi atau pergaulan seperti
ketidaktahuan seksualitas serta upaya aktualisasi diri yang kurang mendapat
tanggapan dan pengakuan merupakan konfik sekitar kebebasan mereka. Ada
banyak hal dapat menjadi penyebab bagi terhambatnya perkembangan seorang
remaja, di antaranya kurang menyadari potensi yang dimiliki, pendidikan yang
tidak tuntas, perasaan “tidak berpunya” atau minder, perngaruh pernikahan dini,
dan kurangnya kesadaran serta upaya untuk mengubah tradisi. Banyak pula
yang mengalami masalah lingkungan misalnya kesulitan sekitar perumahan,
lingkungan belajar, dan pergaulan bagi mereka yang datang dari desa ke kota
besar. Semuanya itu mengakibatkan kaum muda menjadi gelisah, bingung, tidak
pasti, dan masa depan suram (Sugiyo, 2001).
74 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 75
Kegiatan 4
Presentasi Kelompok
Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok.
Masing-masing kelompok membaca dan
memahami teks Alkitab dan menjawab
beberapa pertanyaan berikut serta meng-
hubungkan dengan keadilan dan per-
damaian. Selanjutnya presentasikan di
depan kelas.
Kelompok 1 : Yesaya 57:21
Bagian Alkitab ini berisi tentang kata-kata
penghiburan dari Nabi Yesaya untuk umat
Tuhan. Dia mengungkapkan bahwa tidak
akan ada damai apabila umat Tuhan tetap
melakukan ketidakadilan atau kefasikan.
“Tiada damai bagi orang-orang fasik itu”.
Jelas dari ayat ini bahwa realitas damai
sejahtera bukanlah hal yang tanpa syarat.
Keadilan rupanya merupakan langkah
awal untuk memasuki suasana damai
sejahtera. Dengan demikian pemecahan
masalah kefasikan atau ketidakadilan perlu
dipecahkan lebih dahulu sebelum damai
sejahtera itu dapat dialami. Ketidakadilan memang pada hakikatnya sangat
menganggu, meresahkan dan mengelisahkan. Hal ini dialami oleh Nabi Yesaya di
tengah-tengah bangsa yang dikasihinya. Oleh karena itu, Nabi Yesaya menyerukan
dan mengusahakan, agar masalah ketidakadilan lebih dulu digarap dan diatasi
sehingga damai sejahtera itu pada akhirnya menjadi realita komunitas.
Dari teks ini kita mendapat pengajaran bahwa untuk mengalami suasana
damai sejahtera baik dalam keluarga, dalam komunitas bahkan di tengah-tengah
bangsa, maka perlu diusahakan lebih dahulu pemecahan ketidakadilan. Hasil dari
usaha tersebut maka akan tercipta suasana yang adil dan damai yang menjadi
dambaan dari setiap insan dimanapun dia berada.
Kelompok 2 : Matius 5:9
Teks ini adalah khotbah Tuhan Yesus di bukit : “Berbahagialah orang yang
membawa damai”. Orang yang membawa damai itu adalah orang yang
menciptakan perdamaian atau yang menyalurkan damai yang berasal dari
Tuhan Sang Pendamai Agung kepada semua orang. Jadi, orang tersebut lebih
Sumber: Dokumen Kemdikbud
Gambar 7.2 Tahukah kamu bahwa seringkali
sosok seorang ibu dalam keluarga adalah
korban dari ketidakadilan gender. Dia
memiliki 3 peran sekaligus. Sebagai ibu dan
istri, juga bisa sebagai penanggung jawab
rumah tangga. Namun, sekaligus juga sebagai
perempuan pencari nafkah. Akibatnya
dia sering mengalami stres, sakit, merasa
diskriminasi. Juga sering mengalamai hidup
yang tidak damai dan diperlakukan tidak adil.
74 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 75
dahulu menerima damai itu dan menyampaikan kepada semua orang sebagai
kesaksiannya. Mereka inilah yang akan disebut anak-anak Allah, yaitu keluarga
besar Kerajaan Allah. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai orang yang
berbahagia karena mereka hidup secara adil, tanpa masalah, tanpa permusuhan,
dan tanpa konfik. Jadi dalam ajaran Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah, damai
merupakan kondisi yang harus ada dalam Kerajaan Allah. Tanpa keadilan dan
perdamaian, Kerajaan Allah tidak dapat dihadirkan dan tanda-tanda Kerajaan
Allah tidak dapat dirasakan.
Pertanyaan untuk didiskusikan dalam kelompok.
Bagaimana makna perdamaian dan keadilan dalam teks Alkitab tersebut?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
Pelajaran apa saja yang dapat kamu petik dari teks Alkitab yang dibaca?
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
5. Peran Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga adalah lembaga/unit
kemasyarakatan yang terkecil dan yang terpenting di dunia. Disebut demikian,
karena keluarga menentukan tinggi rendahnya mutu kehidupan masyarakat dan
negara termasuk gereja. Kekuatan gereja bahkan suatu bangsa sangat ditentukan
oleh unit-unit keluarga yang menjadi warganya. Apabila unit-unit keluarga itu
terdiri dari keluarga-keluarga yang sehat (jasmani dan rohani) dan bertanggung-
jawab, maka bisa dipastikan bahwa gereja bahkan negara akan menjadi lembaga
yang sehat dan kuat pula. Sebaliknya, jika keluarga-keluarga yang menjadi warga
gereja itu lemah, rapuh, penuh dengan ketidakadilan, dan jauh dari hidup yang
damai maka dapat dipastikan bahwa gereja maupun negara itu akan lemah,
rapuh, dan kacau (Krisetya, 1999).
Dari ungkapan di atas dapat diringkaskan bahwa pribadi dan keluarga yang
kuat adalah keluarga yang bersedia berdamai dengan Allah sumber perdamaian,
dan berdamai dengan sesama terutama dengan para anggota keluarga.
76 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 77
Kegiatan 5
Bacalah teks di bawah ini dan berilah komentar!
Komentarku: ....................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
Kegiatan 6
Penilaian Diri
Kenalilah diri kamu dengan mengidentifkasi sejauh mana kamu sudah menjadi
alat keadilan dan perdamaian Allah untuk keluarga dan lingkunganmu.
Nama Tindakan Berhasil karena Tidak berhasil
karena
Cara
memperbaiki
1. 1. 1. 1.
2. 2. 2. 2.
“Tahukah kamu, bahwa lingkungan kita membutuhkan keadilan dan per-
damaian? Sudahkah kita menjadi pembawa keadilan dan per damai an bagi
keluarga dan lingkungan kita? Sudahkah kita sungguh-sungguh berdamai
dengan Allah dan berdamai dengan sesama? Hal ini pernah dibuktikan
oleh salah seorang peneliti tentang dampak suasana damai. Suatu ketika,
ada dua kelompok ayam betina. Kelompok pertama selalu diperdengarkan
musik rohani setiap hari. Kelompok kedua, selalu diperdengarkan musik
rock yang keras. Satu bulan kemudian, ketika tiba masa bertelur, ditemukan
bahwa kelompok ayam pertama bertelur jauh lebih banyak dari kelompok
kedua. Hal ini membuktikan bahwa ayam saja, membutuhkan kedamaian,
apalagi manusia.”
76 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 77
Nama Tindakan Berhasil karena Tidak berhasil
karena
Cara
memperbaiki
3. 3. 3. 3.
4. 4. 4. 4.
5. 5. 5. 5.
C. Penutup
Rangkuman
Remaja membutuhkan dan perlu belajar tentang keadilan dan perdamaian. Hal
tersebut perlu menjadi bagian dari kehidupan Kristen yang meneladani kehidupan
Tuhan Yesus Kristus. Fenomena perdamaian seringkali berkaitan erat dengan
keadilan. Keadaan yang tidak adil dapat menimbulkan konfik antarindividu dalam
keluarga dan komunitas. Pribadi Kristen dipanggil oleh Tuhan untuk membawa
keadilan dan perdamaian dimanapun dia berada.
Dalam keluarga Kristen realita keadilan dan perdamaian sangat erat kaitannya.
Bahkan bisa menjadi fenomena kausalitas (fenomena sebab akibat). Realita
keadilan dan perdamaian sangat dibutuhkan dalam lingkup keluarga, bahkan
juga dalam lingkup komunitas dan negara. Keluarga Kristen perlu meneladani
sikap Tuhan Yesus Kristus dalam “Sang Raja Adil, Sang Raja Damai” yang telah
memberikan diri-Nya bagi kita. Kaum muda perlu berperan dalam keluarganya
secara aktif untuk mengupayakan adanya keadilan, sehingga tercipta suasana
damai dalam keluarga. Pada gilirannya remaja Kristen perlu menjadi berkat bagi
lingkungannya karena keadilan dan perdamaian yang dihadirkannya.
78 Kelas XI SMA/SMK Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti PB
Ayat hafalan dan sharing:
Baca dan hafalkan Yakobus 3:17, tentang ciri-ciri pendamai adalah peramah,
penurut, penuh belas kasihan, tidak munafk, dan tidak memihak. Sejauh mana
kamu sudah melakukan ciri-ciri sebagai Kristen? Diskusikan dengan teman
sebangkumu.
Bernyanyi
Berdoa
Ya Tuhan, kami bersyukur atas anugerah yang begitu besar dalam hidup kami.
Kami beryukur atas kehidupan kami saat ini. Biarlah kami memiliki sikap yang
adil dan damai. Tuhan, kami ingin memulai dari kami masing-masing. Sehingga
kami juga mampu untuk membawa sikap hidup damai dan adil di tengah-tengah
keluarga dan lingkungan kami. Amin.