A. Materi
1. Kamera Digital
Sebelum kita membahas apa itu kamera digital, mungkin kita bisa mencoba
mengerti dulu apa sih yang dimaksud dengan Digital? Bagi yang belum tahu, dunia
kita ini semuanya adalah analog. Bisa dibilang manusia mengenal digital tidak terlalu
lama. Dahulu kala semua mesin dan peralatan mesin dijalankan secara analog, bahkan
sampai sekarang pun masih banyak mesin yang masih menjalankan system analog.
Contoh terutama adalah kamera anda sendiri. Lensa anda memakai teknologi mekanik.
Meski demikian kamera yang memakai film sebagian besar pasti mempunyai bagian
yang memakai teknologi digital. Jika kamera itu mempunyai panel LCD, sudah pasti
itu merupakan teknologi digital. Menurut saya "Digital is the future", mau tidak mau
kita tidak bisa menghindar bahwa semua yang ada di sekitar kita akan memakai
teknologi digital.
Secara penampilan kamera digital mirip dengan kamera biasa (jenis film),
perbedaan terbesar kamera digital tidak memakai film. Lupakan lah pergi ke toko
membeli film setiap kali anda mau pergi memotret. Kamera digital tidak memerlukan
film sama sekali. Ini semua diganti dengan media penyimpan yang bisa dihapus ulang,
layaknya disket komputer. Nah disket komputer khan mempunyai kapasitas sendiri,
sama juga dengan memory kamera ini. Sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB),
data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam macam, sebagai contoh:
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera
Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, anda bisa
menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.
Bagaimana kamera digitalmenangkap cahaya yang masuk dari lensa? Cahaya
ini tidak ditangkap oleh memory (lihat atas), kerja memory hanya menyimpan gambar
yang sudah diproses. Cahaya yang masuk sebenarnya ditangkap oleh CCD sensor atau
CMOS sensor. CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal
Oxide Semiconductor) adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa anda.
CCD Sensor (Tidak sesuai ukuran asli). Ukuran asli jauh lebih kecil
Untuk kebanyakan kamera digital di pasaran chip ini kecil sekali, lebih kecil
dari ukuran film 35mm. Pada saat ini hanya satu kamera saja yang mempunyai sensor
sebesar 35mm yaitu Canon 1Ds. Jadi untuk kamera digital, sensor inilah yang
dimaksud dengan film. CCD dan CMOS adalah 2 teknologi yang umum digunakan di
dalam kamera. Umumnya kamera yang ada di pasaran menggunakan CCD sensor.
Masih ada satu jenis chip yang dinamakan X3 sensor, tapi ini masih belum umum
digunakan karena masih mahal harganya dan kualitas photo yang dihasilkan masih
tidak terlalu berbeda dengan 2 sensor yang saya utarakan sebelumnya. Setiap kali anda
membeli kamera pasti ditanya mau beli yang berapa megapixel, tahukan anda
megapixel disini adalah jumlah pixel pada CCD atau CMOS sensor anda. Jadi kalau
anda mempunyai 4 MegaPixel camera, berarti CCD sensor anda mempunyai sekitar
4,000,000 pixel. Satu pixel itu sangat kecil, dan satu pixel itu hanya menangkap satu
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
jenis warna. Jika sensor diatas diperbesar sampai pixelnya terlihat maka kirakira yang
akan anda lihat seperti gambar dibawah.
Kebanyakan sensor di pasaran memakai format RGBG, pixel untuk menangkap warna
hijau lebih banyak. Pixelnya sendiri tidak berwarna, diatas pixel ada coating warna.
Berhubung kamera digital mempunyai sensor yang lebih kecil dari film, maka
panjang fokal lensa pun tidak berlaku seperti layaknya pada kamera film biasa.
Idealnya sih seharusnya ukuran sensor harus setara dengan film, tetapi itu merupakan
hal yang tidak memungkinkan. Sebab untuk membuat ukuran sensor sebesar film
maka harga kamera anda bisa selangit (Hanya Canon 1Ds mempunyai sensor sebesar
35mm, harganya $$$$). Lagipula dengan ukuran yang mini seperti sekarang saja,
kualitas gambar sudah lumayan memuaskan. Kelebihan kamera digital yaitu kalau
dihitung secara jangka panjang, kamera digital lebih murah. Sebab tidak perlu
membelifilm, dan hasil potret yang gagal bisa dihapus dan tinggal mengambil shot
lagi, hasil potret real time, kita dapat melihat hasil apakah bagus apa tidak, karena
format sudah digital maka untuk proses editing sangat mudah, hanya perlu
dihubungkan ke komputer dan diedit (Scanner sudah tidak diperlukan lagi), memory
kamera digital sangatlah besar sehingga anda tidak perlu terlalu cepat membeli
memory baru. Tidak ada teknologi yang sempurna, maka dari itu kekurangan dari
kamera digital yaitu kamera digital cenderung memiliki shutter lag yang lebih lama
dibanding kamera jenis film, harga kamera yang cenderung mahal dibanding kamera
jenis film, karena ukuran sensor yang tidak sesuai dengan kamera jenis film, maka
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
untuk mendapatkan wide angle shot pada DSLR diharuskan membeli lensa yang lebih
lebar.
2. Perawatan Peralatan Fotografi
Peralatan fotografi membutuhkan perawatan seperti sebagaimana perawatan
untuk barang-barang lainnya, apalagi sudah menyangkut barang elektronik seperti
kamera digital beserta peralatan pendukungnya. Perawatan dan penyimpanan yang
baik pada suatu barang akan membuat barang tersebut menjadi lebih awet dan tahan
lama.
Alat untuk menyimpan dan merawat peralatan fotografi yaitu:
a. Dry Box
Dry box merupakan sebuah lemari yang memiliki
sifat anti lembab yang biasa digunakan untuk
menyimpan alat-alat fotografi yang sering terkena
serangan jamur, seperti lensa. Lemari yang dilengkapi
dengan lampu berukuran 2,5 watt ini mampu menjaga
suhu agar tetap dalam kondisi hangat.
b. Waterproof Bag
Waterproof bag ini berfungsi untuk menyimpan kamera dan lensa agar lebih aman
dan terhindar dari berbagai benturan, hujan dan tas ini merupakan tas tahan air.
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
c. Blower Brush
Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan udara pada saat membersihkan lensa
kamera dari debu.
d. Tissue Lensa
Tisu tersebut berfungsi untuk membersihkan kotoran pada lensa. Tisu ini didesain
khusus untuk lensa kamera.
e. Silica Gel
Silica gel merupakan zat yang digunakan untuk mengantisipasi kelembaban pada
kamera. Dengan menggunakan silica gel, kamera kita akan terlindungi dari jamur
yang muncul akibat lembab.
Teknik perawatan alat-alat fotografi yaitu:
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
a. Perawatan Kamera
❖
Membersihkan kamera tidak begitu rumit dan mudah dilakukan. Peralatannya
pun hampir sama dengan kit untuk membersihkan lensa. Untuk bagian-bagian
tersembunyi di sela-sela tombol menu dan tombol putar perlu juga kuas kecil
dengan rambut sedikit kaku.
❖
Membersihkan kamera digital sebaiknya juga dilakukan secara berkala,
terutama setelah kamera digunakan.
❖
Caranya: Lepas lensa dari badan kamera dan tutup connector lensa dengan
tutupnya, Sebelumnya bersihkan seluruh badan lensa kecuali LCD-nya,
bersihkan dengan kuas agar debu yang menempel bisa terangkat, kemudian
semprot dengan blower dan lap dengan lap kulit untuk kamera, Bersihkan
bagian-bagian LCD dan viewfunder menggunakan tisu lensa atau lap kulit.
Pada bagian viewfunder, jika kesulitan dijangkau dengan lap dapat
menggunakan cotton bud. Tambahkan cairan pembersih lensa jika perlu.
b. Perawatan Lensa
Membersihkan lensa secara berkala bisa dilakukan dengan blower camera, kuas
halus dan lap dari bahan kulit. Caranya yaitu:
❖
Lepas lensa dari body kamera, jika lensa memiliki lens hood, lepaskan pula
lens hood ini.
❖
Lepas filter yang terpasang diujung bagian muka lensa
❖
Sapu dengan kuas seluruh permukaan badan dan kedua ujung lensa,
kemudian semprot dengan blower
❖
Jika masih ada kotoran yang menempel, sapu dengan kain dari bahan kulit
secara perlahan
❖
Lakukan hal yang sama pada filter lensa
c. Perawatan Baterai
Seperti peralatan elektronik pada umumnya, sebuah kamera digital juga
memerlukan sumber daya listrik sebagai pasokan energi yang membuat feature
kamera digital dapat digunakan secara maksimal. Baterai adalah hal yang sangat
penting untuk diperhatikan untuk mengabadikan moment berharga. Kamera yang
tidak mempunyai cukup power tidak dapat diaktifkan.
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
❖
Secara garis besar ada 2 jenis baterai yang biasa digunakan pada kamera
digital, yaitu Jenis baterai pertama adalah jenis AA yang biasanya juga
NiMH, bentuknya sama seperti yang digunakan pada jam dinding atau senter
kecil. Baterai AA adalah jenis baterai yang mudah dan menarik untuk
digunakan pada kamera digital, karena baterai ini mudah didapat.Jenis baterai
kedua adalah jenis Lithium, kalau dilihat pada jenis kamera pocket atau SLR
yang ada dipasaran, rata-rata sudah menggunakan beterai jenis ini. Jika
menggunakan baterai jenis ini maka jangan sesekali mengosongkan baterai
sampai benar-benar habis, ini akan merusak struktur yang ada didalam
baterai.
❖
Pada saat menyimpan kamera disarankan pula untuk melepas baterai sebelum
menyimpan, karena jika baterainya bocor akan merusak kamera.
d. Perawatan Memory Card
Tips merawat memory card yaitu:
❖
Jangan terlalu sering memindah-mindahkan kartu memori dari perangkat satu
ke perangkat lainnya.
❖
Lebih baik menggunakan card reader bila ingin memindahkan file
❖
Jangan mencabut kartu memori secara sembarangan karena akan beresiko
kehilangan file.
❖
Sesekali lakukan format memori, setiap beberapa bulan sekali, namun
sebelum diformat backup dulu semua data yang dimiliki.
❖
Jangan sampai mematikan kamera saat software sedang melakukan pemuatan
atau buffering.
❖
Tidak perlu memaksakan kartu memori harus penuh. Lebih baik beri ruang
kosong untuk kartu memori
❖
Hindari benturan atau terkena air karena dapat merusak komponen kartu
memori
❖
Jauhkan kartu memori dari magnet
❖ Pastikan untuk melakukan pembersihan pada kartu memori.
MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP
e. Perawatan Tas Kamera
Tas kamera merupakan media penyimpanan kamera saat berpergian, maka perlu
dilakukan pembersihan secara rutin agar tas bersih dan bebas debu. Jika merasa
perlu cuci tas kamera secra berkala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar