Minggu, 12 September 2021

A. Materi

1. Kamera Digital


Sebelum kita membahas apa itu kamera digital, mungkin kita bisa mencoba

mengerti dulu apa sih yang dimaksud dengan Digital? Bagi yang belum tahu, dunia

kita ini semuanya adalah analog. Bisa dibilang manusia mengenal digital tidak terlalu

lama. Dahulu kala semua mesin dan peralatan mesin dijalankan secara analog, bahkan

sampai sekarang pun masih banyak mesin yang masih menjalankan system analog.

Contoh terutama adalah kamera anda sendiri. Lensa anda memakai teknologi mekanik.

Meski demikian kamera yang memakai film sebagian besar pasti mempunyai bagian

yang memakai teknologi digital. Jika kamera itu mempunyai panel LCD, sudah pasti

itu merupakan teknologi digital. Menurut saya "Digital is the future", mau tidak mau

kita tidak bisa menghindar bahwa semua yang ada di sekitar kita akan memakai

teknologi digital.

Secara penampilan kamera digital mirip dengan kamera biasa (jenis film),

perbedaan terbesar kamera digital tidak memakai film. Lupakan lah pergi ke toko

membeli film setiap kali anda mau pergi memotret. Kamera digital tidak memerlukan

film sama sekali. Ini semua diganti dengan media penyimpan yang bisa dihapus ulang,

layaknya disket komputer. Nah disket komputer khan mempunyai kapasitas sendiri,

sama juga dengan memory kamera ini. Sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB),

data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam macam, sebagai contoh:


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP

Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera

Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, anda bisa

menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.

Bagaimana kamera digitalmenangkap cahaya yang masuk dari lensa? Cahaya

ini tidak ditangkap oleh memory (lihat atas), kerja memory hanya menyimpan gambar

yang sudah diproses. Cahaya yang masuk sebenarnya ditangkap oleh CCD sensor atau

CMOS sensor. CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal

Oxide Semiconductor) adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa anda.


CCD Sensor (Tidak sesuai ukuran asli). Ukuran asli jauh lebih kecil


Untuk kebanyakan kamera digital di pasaran chip ini kecil sekali, lebih kecil

dari ukuran film 35mm. Pada saat ini hanya satu kamera saja yang mempunyai sensor

sebesar 35mm yaitu Canon 1Ds. Jadi untuk kamera digital, sensor inilah yang

dimaksud dengan film. CCD dan CMOS adalah 2 teknologi yang umum digunakan di

dalam kamera. Umumnya kamera yang ada di pasaran menggunakan CCD sensor.

Masih ada satu jenis chip yang dinamakan X3 sensor, tapi ini masih belum umum

digunakan karena masih mahal harganya dan kualitas photo yang dihasilkan masih

tidak terlalu berbeda dengan 2 sensor yang saya utarakan sebelumnya. Setiap kali anda

membeli kamera pasti ditanya mau beli yang berapa megapixel, tahukan anda

megapixel disini adalah jumlah pixel pada CCD atau CMOS sensor anda. Jadi kalau

anda mempunyai 4 MegaPixel camera, berarti CCD sensor anda mempunyai sekitar

4,000,000 pixel. Satu pixel itu sangat kecil, dan satu pixel itu hanya menangkap satu


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP

jenis warna. Jika sensor diatas diperbesar sampai pixelnya terlihat maka kirakira yang

akan anda lihat seperti gambar dibawah.


Kebanyakan sensor di pasaran memakai format RGBG, pixel untuk menangkap warna

hijau lebih banyak. Pixelnya sendiri tidak berwarna, diatas pixel ada coating warna.


Berhubung kamera digital mempunyai sensor yang lebih kecil dari film, maka

panjang fokal lensa pun tidak berlaku seperti layaknya pada kamera film biasa.

Idealnya sih seharusnya ukuran sensor harus setara dengan film, tetapi itu merupakan

hal yang tidak memungkinkan. Sebab untuk membuat ukuran sensor sebesar film

maka harga kamera anda bisa selangit (Hanya Canon 1Ds mempunyai sensor sebesar

35mm, harganya $$$$). Lagipula dengan ukuran yang mini seperti sekarang saja,

kualitas gambar sudah lumayan memuaskan. Kelebihan kamera digital yaitu kalau

dihitung secara jangka panjang, kamera digital lebih murah. Sebab tidak perlu

membelifilm, dan hasil potret yang gagal bisa dihapus dan tinggal mengambil shot

lagi, hasil potret real time, kita dapat melihat hasil apakah bagus apa tidak, karena

format sudah digital maka untuk proses editing sangat mudah, hanya perlu

dihubungkan ke komputer dan diedit (Scanner sudah tidak diperlukan lagi), memory

kamera digital sangatlah besar sehingga anda tidak perlu terlalu cepat membeli

memory baru. Tidak ada teknologi yang sempurna, maka dari itu kekurangan dari

kamera digital yaitu kamera digital cenderung memiliki shutter lag yang lebih lama

dibanding kamera jenis film, harga kamera yang cenderung mahal dibanding kamera

jenis film, karena ukuran sensor yang tidak sesuai dengan kamera jenis film, maka


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP

untuk mendapatkan wide angle shot pada DSLR diharuskan membeli lensa yang lebih

lebar.


2. Perawatan Peralatan Fotografi


Peralatan fotografi membutuhkan perawatan seperti sebagaimana perawatan

untuk barang-barang lainnya, apalagi sudah menyangkut barang elektronik seperti

kamera digital beserta peralatan pendukungnya. Perawatan dan penyimpanan yang

baik pada suatu barang akan membuat barang tersebut menjadi lebih awet dan tahan

lama.

Alat untuk menyimpan dan merawat peralatan fotografi yaitu:

a. Dry Box

Dry box merupakan sebuah lemari yang memiliki

sifat anti lembab yang biasa digunakan untuk

menyimpan alat-alat fotografi yang sering terkena

serangan jamur, seperti lensa. Lemari yang dilengkapi

dengan lampu berukuran 2,5 watt ini mampu menjaga

suhu agar tetap dalam kondisi hangat.

b. Waterproof Bag

Waterproof bag ini berfungsi untuk menyimpan kamera dan lensa agar lebih aman

dan terhindar dari berbagai benturan, hujan dan tas ini merupakan tas tahan air.


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP


c. Blower Brush

Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan udara pada saat membersihkan lensa

kamera dari debu.

d. Tissue Lensa

Tisu tersebut berfungsi untuk membersihkan kotoran pada lensa. Tisu ini didesain

khusus untuk lensa kamera.


e. Silica Gel

Silica gel merupakan zat yang digunakan untuk mengantisipasi kelembaban pada

kamera. Dengan menggunakan silica gel, kamera kita akan terlindungi dari jamur

yang muncul akibat lembab.


Teknik perawatan alat-alat fotografi yaitu:


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP

a. Perawatan Kamera

Membersihkan kamera tidak begitu rumit dan mudah dilakukan. Peralatannya

pun hampir sama dengan kit untuk membersihkan lensa. Untuk bagian-bagian

tersembunyi di sela-sela tombol menu dan tombol putar perlu juga kuas kecil

dengan rambut sedikit kaku.

Membersihkan kamera digital sebaiknya juga dilakukan secara berkala,

terutama setelah kamera digunakan.

Caranya: Lepas lensa dari badan kamera dan tutup connector lensa dengan

tutupnya, Sebelumnya bersihkan seluruh badan lensa kecuali LCD-nya,

bersihkan dengan kuas agar debu yang menempel bisa terangkat, kemudian

semprot dengan blower dan lap dengan lap kulit untuk kamera, Bersihkan

bagian-bagian LCD dan viewfunder menggunakan tisu lensa atau lap kulit.

Pada bagian viewfunder, jika kesulitan dijangkau dengan lap dapat

menggunakan cotton bud. Tambahkan cairan pembersih lensa jika perlu.

b. Perawatan Lensa

Membersihkan lensa secara berkala bisa dilakukan dengan blower camera, kuas

halus dan lap dari bahan kulit. Caranya yaitu:

Lepas lensa dari body kamera, jika lensa memiliki lens hood, lepaskan pula

lens hood ini.

Lepas filter yang terpasang diujung bagian muka lensa

Sapu dengan kuas seluruh permukaan badan dan kedua ujung lensa,

kemudian semprot dengan blower

Jika masih ada kotoran yang menempel, sapu dengan kain dari bahan kulit

secara perlahan

Lakukan hal yang sama pada filter lensa

c. Perawatan Baterai

Seperti peralatan elektronik pada umumnya, sebuah kamera digital juga

memerlukan sumber daya listrik sebagai pasokan energi yang membuat feature

kamera digital dapat digunakan secara maksimal. Baterai adalah hal yang sangat

penting untuk diperhatikan untuk mengabadikan moment berharga. Kamera yang

tidak mempunyai cukup power tidak dapat diaktifkan.


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP


Secara garis besar ada 2 jenis baterai yang biasa digunakan pada kamera

digital, yaitu Jenis baterai pertama adalah jenis AA yang biasanya juga

NiMH, bentuknya sama seperti yang digunakan pada jam dinding atau senter

kecil. Baterai AA adalah jenis baterai yang mudah dan menarik untuk

digunakan pada kamera digital, karena baterai ini mudah didapat.Jenis baterai

kedua adalah jenis Lithium, kalau dilihat pada jenis kamera pocket atau SLR

yang ada dipasaran, rata-rata sudah menggunakan beterai jenis ini. Jika

menggunakan baterai jenis ini maka jangan sesekali mengosongkan baterai

sampai benar-benar habis, ini akan merusak struktur yang ada didalam

baterai.

Pada saat menyimpan kamera disarankan pula untuk melepas baterai sebelum

menyimpan, karena jika baterainya bocor akan merusak kamera.

d. Perawatan Memory Card

Tips merawat memory card yaitu:

Jangan terlalu sering memindah-mindahkan kartu memori dari perangkat satu

ke perangkat lainnya.

Lebih baik menggunakan card reader bila ingin memindahkan file

Jangan mencabut kartu memori secara sembarangan karena akan beresiko

kehilangan file.

Sesekali lakukan format memori, setiap beberapa bulan sekali, namun

sebelum diformat backup dulu semua data yang dimiliki.

Jangan sampai mematikan kamera saat software sedang melakukan pemuatan

atau buffering.

Tidak perlu memaksakan kartu memori harus penuh. Lebih baik beri ruang

kosong untuk kartu memori

Hindari benturan atau terkena air karena dapat merusak komponen kartu

memori

Jauhkan kartu memori dari magnet

❖ Pastikan untuk melakukan pembersihan pada kartu memori.


MODUL DESAIN GRAFIS PERCETAKAN SEMESTER GENAP

e. Perawatan Tas Kamera

Tas kamera merupakan media penyimpanan kamera saat berpergian, maka perlu

dilakukan pembersihan secara rutin agar tas bersih dan bebas debu. Jika merasa

perlu cuci tas kamera secra berkala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar